[ARTIKEL] Cara Mencari Akomodasi untuk Keluarga

Sekadar sharing pengalaman mencari akomodasi untuk keluarga:

Hmm….buat saya, mencari akomodasi untuk keluarga ini nih butuh perhatian khusus (ya iyalah, semua yang sudah berkeluarga juga pasti ngomong gitu :p) karena berbeda dengan penerima beasiswa LPDP, bagi penerima beasiswa SPIRIT (dan DIKTI kalau tidak salah) kami tidak diberikan tunjangan keluarga. Jadi, mau single kek, double kek, triple kek, tetap aja living allowance-nya single. Jadi, economic reason is the main consideration here. Kedua, karena saya single parent, saya merasa perlu mancari akomodasi yang dekat dengan kampus dan sekolah anak-anak. Alasannya ya jelas untuk mobilitas dan efisiensi waktu ya, karena saat itu anak-anak masih duduk di bangku SD dan di Inggris sini, murid-murid SD masih harus diantar-jemput orang tuanya. Selain itu, berbeda dengan Amerika yang memiliki fasilitas school bus, di Inggris ternyata tidak ada fasilitas itu.

Pihak universitas sebenarnya telah menyediakan informasi untuk siswa yang membutuhkan akomodasi untuk keluarga (bisa dilihat di http://www.york.ac.uk/study/accommodation/families/), tetapi buat saya waktu itu tidak banyak membantu. Kenapa? Karena supply untuk student with families di situs tersebut terbatas. Saya telah mencoba beberapa kali mengirim email ke contact person dari YHA yang diberikan teman saya, Suska, namun jawaban mereka saat itu adalah mereka tidak mempunyai akomodasi yang tersedia untuk saya, dan waiting list calon penyewa juga sudah cukup panjang. Jadi, setelah berpikir cukup panjang (untungnya tidak perlu dikali lebar dan tinggi), saya memutuskan untuk pergi sendiri lebih dahulu, mencari akomodasi setelah tiba di UK, dan baru kembali ke Indonesia untuk menjemput anak-anak.

Saya bersyukur saat itu mempunyai kenalan baru yang akhirnya menjadi seperti saudara karena dia baik sekali dan banyak membantu saya di saat pertama tiba di York (terima kasih banyak ya Gusti Indah Ratnasari). Saya diperbolehkan menyewa salah satu kamar di rumahnya dan diberikan banyak informasi yang diperlukan seperti misalnya sekolah untuk anak-anak, situs agen perumahan, lokasi toko furniture bekas dan sebagainya. Ada juga pasangan bang Andy dan Ratih yang selalu siap membantu dengan tangan terbuka.

Proses mencari akomodasi di York, terutama di area yang dekat dengan kampus, itu ya kalau mau dibilang cepat-cepatan dan untung-untungan. Saya pribadi saat itu menggunakan jasa agen property karena tidak mau terlalu lama meninggalkan anak-anak di Indonesia. Jadi, intinya saya mencari rumah/flat dengan Post Code “YO10” (zona area yang dekat dengan kampus) di beberapa situs iklan tempat tinggal seperti Zoopla dan Rightmove. Jika ada yang menarik, kita menghubungi agennya dan membuat appointment untuk “viewing” (melihat lokasi dan kondisi akomodasi secara langsung). Saya sarankan sih proses viewing itu kita lakukan sendiri, karena ya itu tadi, persepsi masing-masing orang atas kondisi tempat tinggal kan beda ya, apalagi dengan pertimbangan membawa keluarga. Nah, setelah viewing, kalau kita sudah merasa cocok dengan akomodasinya, jangan berpikir terlalu lama untuk memutuskan menyewa, karena tampaknya tingkat permintaan untuk hunian sekitar kampus tinggi. Contohnya saya saat itu pernah viewing di lokasi dekat kampus. Sudah senang dengan lokasi dan harganya, tapi ketika sorenya saya ditanya agen apakah jadi menyewa, saya bilang pikir-pikir dulu. Walhasil besoknya rumah itu sudah diambil orang lain. Hiks…. Jadi, jika skala prioritas kita sudah terpenuhi, saya sarankan segera saja memutuskan untuk mengambil. Maksud saya dengan skala prioritas itu ya dari sekian banyak faktor yang jadi pertimbangan kita dalam memilih akomodasi, sebaiknya diurut yang mana yang terpenting, misalnya lokasi rumah dan harga sewa.

Kalau ditanya tentang tips mencari akomodasi untuk keluarga, menurut saya yang terpenting adalah kita usahakan mendapat informasi dari kenalan teman Indonesia yang sudah terlebih dahulu tinggal di York serta punya kondisi serupa (misalnya berkeluarga). Kedua, jangan mengandalkan keputusan dari YHA jika kita masuk dalam daftar waiting list-nya karena waktunya tidak bisa diperkirakan. Ketiga, jika memungkinkan, for practical reason, sebaiknya pelajar yang berkeluarga pergi lebih dahulu ke sini, membereskan permasalahan mengenai akomodasi dan sekolah anak-anak, baru kemudian menjemput mereka untuk bergabung.

Semoga info ini cukup membantu

Salam,

Telviani Savitri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s